SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Yaa… Masyarakat sangat memerlukan Imam as dan hasil didikan Imam as. Karena pada masa itu gelombang pemikira-pemikiran dan budaya asing telah menyeruak keseluruh lapisan masyarakat. Dan dalam kemasan dialog-dialog filsafat dan kerancuah dalam dasar-dasar makrifatullah, menimbulkan kekafiran dan tidak percaya adanya Tuhan. Oleh karena itu merupakan keharusan bagi Imam as untuk tetap bertahan dan melaksanakan risalahnya dalam menyelamatkan ummat

Alasan lain penerimaan kedudukan putra mahkota bagi imam Ridha as adalah supaya masyarakat melihat keluarga Rasulullah saww  berada di dalam kancah politik dan tidak melupakan mereka. Dan juga supaya masyarakat tidak mengira bahwa mereka hanya terdiri dari para ulama dan fuqaha yang di dalam prakteknya tidak pernah hadir  dalam urusan masyarakat. Ibnu Arafah bertanya kepada imam Ridha as: Wahai putra Rasul, Apa tujuan anda masuk dalam kancah pengangkatan putra mahkota?

Imam as menjawab: Dengan tujuan sama seperti kakekku Ali as dipaksa masuk ke rana dewan Syura.

KESULITAN-KESULITAN POLITIK MAKMUN

Dari pengamatan situasi dan kondisi politik pada masa pemerintahan Makmun menunjukkan bahwa ia berhadapan dengan mata rantai kesulitan politik. Dan ia berusaha untuk melepaskan diri dari situasi tersebut, dan akhirnya dengan tujuan untuk melepaskan diri dari kesulitan-kesulitan itu ia melaksanakan siasat bebera dimensi diantaranya adalah rancangan pengangkatan Imam Ridha as sebagai putra mahkota.

Berikut ini adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi Makmun:

1 – Ketidakpuasan Keluarga Abbasi Terhadap Makmun

Walaupun menurut penuturan para ahli sejarah, Makmun menurut pandangan masyarakat secara umum lebih layak dan lebih sesuai untuk menjadi khalifah dari pada Amin, akan tetapi keluarga bani Abbas menentangnya. Sebagaimana yang telah kami nukilkan bahwa Harun sangat memperhatikan perbedaan kepribadian kedua saudara tersebut dan mengeluhkah penentangan keluarga Abbasi terhadap Makmun.

BACA JUGA:  NABI ISMAIL AS

Mungkin rahasia berpalingnya keluarga besar Abbasi dari Makmun adalah karena Amin merupakan keturunan murni Abbasi: Ayahnya adalah Harun dan Ibunya adala Zubaidah. Zubaidah adalah seorang Hasyimi dan cucu Manshur Dawaniki. Ia terhitung sebagai wanita terkemuka. Amin tumbuh besar dipangkuan Fadhl bin Yahya Barmaki, saudara sesusuan Rasyid dan seorang laki-laki yang paling berpengaruh di dalam Istana. Dan Fadhl bin Rabi’ sebagai pembimbing dan gurunya adalah seorang Arab asli dimana kakenya adalah budak yang dibebaskan oleh Utsman dimana tak seorangpun meragukan kesetiaannya terhadap keluarga Abbasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra