SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Imam: Anda menanyakan pengetahuan tentang seseorang. Hawariun (pengikut setia Isa) ada dua belas orang. Yang paling a’lam dan paling berfadhilah adalah Luqa. Namu ulama besar Nashara ada tiga orang. Yuhanna Akbar berda di wilayah Bakh, Yuhanna yang lain ada di wilayah Qerqisa dan Yuhanna Dailami di Rajaz. Dan Nama Nabi dan Ahlulbait serta umatnya ada padanya. Dan dialah yang telah memberikan berita gembira (bisyarah) kepada umat nabi Isa dan Bani Israel.

Kemudian Imam berkata: Wahai Orang Nashara, Demi Tuhan Kami beriman kepada Isa yang telah beriman kepada Muhammad itu. Namun keberatan kami terhadap Isamu adalah ia sedikit berpuasa dan sedikit shalat.

Tiba-tiba Jatsiliq terkejut dan berkata: Demi Tuhan anda telah membatalkan ilmu anda sendiri. Dan melemahkan tonggak-tonggak pekejaan anda. Saya mengira anda adalah orang yang paling Ali diantara umat Islam!

Imam as: Memangnya ada apa? apa yang terjadi?

Jastiliq: Karena anda mengatakan Isa lemah dan sedikit shalat dan sedikit puasa. Sedangkan Isa walau satu haripun tidak pernah berbuka dan tidak ada malam (secara sempurna) tidak tidur dengan sempurna. Dan selamanya berpuasa dan selamanya Qoimul lail.

Imam as: Untuk siapa ia berpuasa dan mendirikan shalat?

Jatsiliq tidak mampu menjawab dan terdiam (karena jika ia mengakui kehambaan Isa, maka ia telah membatalkan ketuhannyannya)

Imam as: Wahai orang Nashara, Saya memiliki pertanyaan lain untuk anda.

Jatsiliq berkata dengan tawadhuk: Jika saya mampu, saya akan menjawabnya.

Imam as: Anda mengingkari bahwa Isa as menghidupkan orang-orang mati dengan ijin Tuhan yang maha Tinggi?

Jatsiliq berada di gang buntu. Dan dengan terpaksa ia berkata: Saya mengingkarinya. Karena yang menghidupkan orang mati dan yang mensyafaati orang tuli dari lahir dan menderita penyakit lepra dan kusta adalah Tuhan yang layak disembah.

BACA JUGA:  KEUTAMAAN AMIRUL MUKMININ ALI as

Imam as: Hadhrat al Mashih juga melakukan hal itu. Dan beliau berjalan di atas air, dan menghidupkan orang mati, serta menyafaati orang buta dan penderita lepra. Namun ummatnya tidak meyakini ketuhanannya dan tidak ada yang menyembahnya. Nabi Hazqil juga melakukan hal yang sama dengan al Mashih dan menghidupkan orang yang telah mati.

Kemudian Imam perpaling kepada Raksul Jalut dan berkata: Wahai Raksul Jalut, Apakah anda mendapatkan hal ini di dalam Taurat dimana Bukhtun Nashr membawa para tawanan Bani Israil ke Babul dimana pada saat itu pemerintah sedang berjuang melawan Baitul Muqadas. Allah swt mengirimkan Hazqil kepada mereka dan beliau menghidupkan orang-orang yang telah mati diantara mereka. Masalah ini tercantum di dalam Taurat. Tidak ada yang mengingkari masalah ini kecuali orang-orang yang mengikari kebenaran.

Raksul Jalut: Kami mendengar masalah ini dan kami tahu.

Imam as: Anda benar. Kemudian Imam as menambahkan: Wahai orang Yahudi, ambillah safar ini di dalam Taurat. Kemudian Imam sendiri mulai membacakan beberapat ayat dari Taurat. Laki-laki Yahudi menganggukkan kepala dan tenggelam dalam kekaguman.

Kemudian Imam as berpaling kepada orang Nashara dan menyebutkan sebagian dari mukjizat-mukjizat Rasulullah saww tentang hidupnya sebagian orang mati ditangannya, dan disyafaatkannya sebagian penyakit-penyakit yang tidak bisa diobati berkat nabi Muhammad saww. Dan berkata: Dengan semua itu kami sama sekali tidak menganggapnya sebagai Tuhan. Jika karena mukjizat semacam ini anda menjadikan Isa sebagai tuhan anda, maka anda harus menjadikan al Mashih dan Hazqil sebagai tuhan anda. Karena mereka juga menghidupkan orang mati. Begitu juga dengan Ibrahim al Khalil. Beliau telah menangkap beberapa ekor burung dan menyembelihnya dan mereka meletakkan burung-burung itu di atas gunung-gunung sekitarnya. Kemudian nabi Ibrahim as memanggil burung-burung tersebut. Dan semua burung-burung itu hidup kembali. Musa bin Imran juga memasukkan hal tersebut terhadap tujuh puluh orang yang ikut bersamanya ke gunung Thur dan meninggal akibat halilintar. Anda tidak bisa mengingkari kenyataan ini. Karena Taurat dan Injil dan Zabur serta al-Quran menyebutkan masalah ini. Jadi anda harus menganggap semua itu sebagai tuhan anda.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN SERIBU KEPENG EMAS

Jatsiliq tidak memberikan jawaban apapun dan menyerah dan berkata: Perkataan adalah perkataan anda (benar apa yang anda katakan) dan tidak ada sesembahan selain Allah yang Maha Esa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra