SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Makmun memutuskan untuk membawa Imam as ke Marv, pusat pemerintahannya dan menjalin rasa cinta dan persahabatan dengan Imam as. Dan menjalankan serta mengawasi dengan seksama jalannya pemerintahannya dengan memanfaatkan keilmuan dan kedudukan Imam di antara masyarakat

MENGAPA MAKMUN HENDAK MENYERAHKAN KEKHALIFAHANNYA KEPADA IMAM AS

UNDANGAN MAKMUN UNTUK IMAM AS KE KHURASAN

Pertama Makmun mengundang Imam Ridha as dengan hormat untuk datang ke pusat pemerintahan bersama tokoh-tokoh dari keluarga Ali as.

Imam as menolak undangan Makmun tetapi Makmun mendesak dan pada akhirnya terjadi surat menyurat yang bertubi-tubi dan pada akhirnya Imam as bersama beberapa tokoh dari keluarga Ali bin Abi Thalib berangkat menuju Marv.

Makmun memerintahkan kepada “Jaludi” dan atau menurut riwayat lain “Raja’ bin Abi Dhahak” yang bertugas mengawal Imam as beserta rombongannya untuk senantiasa hormat dan memuliakan rombongan khususnya Imam Ridha as. Akan tetapi Imam Ridha as menunjukkan ketidak relaannya kepada masyarakat dalam melakukan perjalanan ini.

Suatu hari dimana beliau hendak meninggalkan kota Madinah, Imam mengumpulkan seluruh keluarga dan sanak familinya dan meminta kepada mereka untuk menangisinya. Imam as berkata: “Saya tidak akan pernah kembali lagi ke tengah-tengah keluargaku.”

Kemudian Imam memasuki Masjid Nabi, untuk berpamitan dan mengucapkan perpisahan. Imam Ridha as berulang kali berpamitan dan berulang kali pergi ke makam Rasulullah saww dan menangis dengan keras.

Mukhwal Sistani mengatakan: Dalam keadaan seperti ini saya mendatangi imam Ridha as dan setelah memberi salam saya mengucapkan selamat Jalan. Imam berkata: Mukhwal lihatlah diriku dengan baik. Aku akan berada jauh dari kakekku dan akan meninggal di tempat yang asing. Dan akan dikuburkan di sisi Harun

BACA JUGA:  KEUTAMAAN AMIRUL MUKMININ ALI as

Rute perjalanan Imam as dan rombongan dari Madinah ke Marv sesuai dengan arahan dan perintah Makmun –ke arah Bashrah dan Ahwaz dan Fars. Mungkin supaya tidak melalui gunung (pegunungan dibagian barat Iran sampai Hamadan dan Qazwin) dan Kufah, Kermansyah dan Qom yang merupakan pusat orang-orang Syi’ah.

MEMASUKI IBU KOTA

Tunggangan Imam as sampai di Marv pada hari ke sepuluh Syawal. Beberapa kilometer sebelum memasuki kota, Imam disambut oleh Makmun sendiri, Fadl bin Sahl dan para pejabat dan tokoh-tokoh keluarga bani Abbas dan rombonganpun memasuki kota dengan penuh penghormatan. Dan atas perintah Makmun Imam as diberikan segala fasilitas dan kemewahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra