SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Fadhl bin Sahl mengundang mereka. Setelah mereka berkumpul, dia datang kepada Makmun. Dia berkata: Semua sudah datang.

Makmun berkata: Bawalah mereka semua masuk. Setelah mereka masuk, makmun mengucapkan selamat datang. Dan berkata: Saya mengundang kalian untuk urusan yang baik. Saya ingin kalian berdialog dengan putra pamanku yang datang dari Madinah dan baru sampai kapadaku. Datanglah semua besok. Dan tak seorangpun yang absen. Semua berkata: kami mendengar dan kami taat. Besok pagi kami semua akan datang kepadamu.

Hasan bin Sahl Naufeli mengatakan: Kami sedang berbincang-bincang bersama imam Ali bin Musa al Ridha. Tiba-tiba Yasir hadim (pembantu) yang mengurus urusan Imam as masuk dan berkata: Makmun mengirim salam kepadamu dan berkata: saudaramu menjadi tebusanmu. Pengikut bermaca-macam aliran dan tokoh berbagai macam agama serta ulama-ulama Ilmu Kalam dari berbagai madzhab terlah berkumpul. Jika anda tidak keberatan besok hadirilah pertemuan dan majlis kami. Dan dengarkanlan perkataan mereka. Dan jika anda tidak suka maka saya tidak akan memaksanya. Dan juga jika anda mau, kami yang akan mendatangimu. Dan hal ini bagi kami mudah.

Imam as dalam satu kalimat dan penuh makna berkata: Sampaikan salamku kepadanya dan katakan: Aku tahu apa yang kamu kehendaki. Saya insya Allah besok pagi akan datang kepadamu.

Nufaili yang salah satu pengikut Imam as mengatakan: Ketika Yasir pembantu keluar dari hadapan Imam as, Imam memandang kepadaku dan berkata: Anda adalah orang Iraq. Orang Iraq teliti dan cerdas. Apa yang anda pikirkan dalam hal ini? Rencana apa yang ada di kepala Makmun? Sehingga ia mengumpulkan seluruh orang-orang syirik dan ulama-ulama Ilmu Kalam dari berbagai madzhab.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DI DALAM AL QUR-AN

Naufeli benjawab: Menurut saya ia hendak menguji anda dan ingin mengetahui ketinggian ilmu anda sampai dimana. Namun keinginannya dibangun diatas kemalasan. Demi Tuhan dia membuat rancangan yang buruk dan membangun banguna yang buruk.

Imam berkata: Dia membangun apa dan merencanakan apa?

Naufeli (yang sepertinya belum memiliki makrifah yang sempurna tentang ketinggian ilmu Imam, ketakutan terhadap rencana Makmun), ia berkata: Ulama-ulama Ilmu Kalam adalah orang-orang bid’ah dan menentang para cendekiawan Muslim. Karena orang alim tidak akan mengingkari hakikat. Namun mereka orang-orang yang sesat dan menyesatkan. Jika anda berdalil bahwa Tuhan satu, maka mereka akan mengatakan: Kami tidak menerima dalil ini. Jika anda mengatakan Muhammad adalah Rasulullah, maka mereka akan mengatakan: buktikan risalahnya. Ringkasnya (mereka adalah orang-orang yang berbahaya dan …) mereka dihadapan semua orang melakukan penipuan. Dan mereka begitu menyesatkan orang-orang sehingga orang akan melepas keyakinannya sendiri. Jiwaku tebusanmu, hindarilah mereka.

Imam as tersenyum dan berkata: Wahai Naufeli, anda menghawatirkan argumenku akan dipatahkan dan dibatalkan mereka? Dan mereka akan menutup jalanku?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra