SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Dan juga dinukil dari Muhammad bin Sanan: “Pada masa kekhalifahan Harun, saya berkata kepada Abu al Hasan Ali bin Musa al Ridha as: “Anda mengumumkan kekhalifahan dan keimamahan anda dan menggantikan ayah anda, Sedangkan dari pedang Harun masih meneteskan darah”.

Imam menjawab: Ucapan Nabi saww telah memberiku kekuatan dan keberanian dimana beliau bersabda: Jika Abu Jahal mampu mengurangi rambutku, ketahuilah bahwa aku bukan Nabi. Dan saya katakan kepada anda: Jika Harun mampu mengambik sehelas rambut dari kepalaku, ketahuilah bahwa saya bukan Imam”.

AMIN DAN MAKMUN DAN PERBEDAAN KEDUANYA

Harun pada masa pemerintahannya mengangkat putranya yaitu Muhammad Amin (dari ibunya bernama Zubaidah) menjadi putra mahkota dan mengambil bai’at (sumpah setia) kepada masyarakat untuknya. Dan Abdullah Ma’mun (yang dilahirkan dari seorang ibu yang berasal dari Iran) diangkat menjadi putra mahkota ke dua.

Pada tahun 193 hijriah, datang laporan kepada Harun bawa revolusi dan pemberontakan di Khurasan semakin dahsyat. Para pemimpim militer dengan segala kegarangan dan kekejaman yang mereka tunjukkan tidak mampu memadamkan teriakan-teriakan revolusionernya penduduk.

Harun setelah bermusyawarah dengan mentri-mentrinya, memutuskan ia sendiri untuk pergi kewilayah tersebut. Dan menggunakan kekuatan kekhalifahan sekaligus untuk memberantas pemberontakan-penberontakan dan revolusi penduduk Khurasan. Ia menempatkan putranya yaitu muhammad Amin di Baghdad dan membawa Makmun yang telah diangkat menjadi gubernur di daerah Khurasan pergi bersamanya.

Harun mampu menenangkan kekacauan yang terjadi di Khurasan Yang dalam istilah dikatakan – ia mampu memadamkan fitnah. Akan tetapi ia tidak bisa lagi kembali ke pusat pemerintahannya di Baghdad. Ia meninggal dunia di Thus pada tanggal 3 Jumadil Akhir, tahun 193 hijriah. Dan dua bersaudara itupun saling bersaing satu sama lain.

BACA JUGA:  PERISTIWA GHADIR KHUM

KEKALAHAN AMIN

Pada malam dimana Harun meninggal dunia, masyarakat berbaiat dengan anaknya yaitu Muhammad Amin di Baghdad. Kekhalifahan Amin belum berlangsung 18 hari, ia memutuskan untuk memecat Makmun dari posisinya sebagai putra mahkota ke dua dan menyerahkan kepada putranya sendiri yang bernama Musa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra