PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM RIDHA AS DAN SEBAB-SEBABNYA

PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM RIDHA AS DAN SEBAB-SEBABNYA

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد و آل محمد و عجل فرجهم

Banyak pandangan yang dinukil tentang kesyahidan imam Ridha as. Untuk memperjelas masalah ini silahkan perhatikan beberapa riwayat berikut ini:

1 – Diriwayatkan, ketika Makmun menyesali atas pengangkatan imam Ridha as sebagai putra mahkota dengan isyarah Fadhl bin Sahl (Dzur Riyasatain), ia meninggalkan kota Marv dengan tujuan ke Baghdad. Dan ia membuat makar untuk Fadhl bin Sahl, seseorang bernama “Ghalab” yang merupakan paman Makmun (saudara ibunya) untuk membunuh Fadhl bin Sahl secara tiba-tiba di pemandian “Sarakhus”. Dan untuk imam Ridha pun ia membuat makar, untuk meracuni dan membunuh imam Ridha as, sedangkan imam Ridha as dalam keadaan berbaring sakit.

2 – Diriwayatkan bahwa Hasan bin ‘Ubad yang merupakan juru tulis imam Ridha as, mengatakan: “Saya datang menghadap imam Ridha as. Pada saat itu Makmun sedang bersiap untuk berangkat ke Baghdad. (lahiriahnya ia hendak membawa serta imam Ridha dan Hasan bin ‘Ubad).

Imam Ridha as berkata kepadaku: “Wahai putra ‘Ubad, Kami tidak akan memasuki wilayah Iraq, dan kami tidak akan pernah melihatnya.”

Saya menangis dan berkata: “Anda membuat saya putus asa untuk pergi menjumpai keluarga dan anak-anak saya.”

Imam Ridha as berkata: “Anda akan pergi ke sana, Maksud saya dari ucapan tadi adalah saya sendiri. Kemudian imam Ridha as sakit dan meninggal dunia di salah satu wilayah di Khurasan. Dan sebelumnya beliau berwasiat untuk di kuburkan di dekat Harun atau berjarak tiga Dzirak dari kuburan Harun.”

3 – Yasir Hadim mengatakan: Ketika kurang lebih tujuh rumah sebelum masuk kota Thus, imam Ridha as jatuh sakit. Ketika kami memasuki kota Thus, sakit imam Ridha as semakin parah. Kami tinggal di Thus beberapa hari. Dan Makmun setiap hari menjumpai imam Ridha as sebanyak dua kali.[1]

BACA JUGA:  HARI MAB'ATS

4 – PANDANGAN SYEKH MUFID (RA) TENTANG KESYAHIDAN IMAM RIDHA AS.

Syekh Mufid (meninggal tahun 413 h) menulis di dalam kitab Irsyad:

Fadhl bin Sahl dan saudaranya Hasan bin Fadhl, telah merubah pandangan Makmun tentang imam Ridha as. Dan mereka memaksa Makmun untuk membunuh imam Ridha as, sehingga pada suatu hari imam Ridha as sedang makan bersama Makmun. Dan Imam jatuh sakit karena makanan tersebut. Dan Makmun pun pura-pura jatuh sakit. (dan sakit tersebut yang menyebabkan imam Ridha as meninggal dunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra