SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Imam as juga telah mengetahui tujuan asli Makmun. Beliau mengatakan: Ketika saya berdalil dangan Taurat untuk pengikut Taurat, dan untuk pengikut Injil dengan Injil Mereka, dan untuk pengikut Zabur dengan kitab Zabur mereka, dan untuk para penyembah bintang dengan ‘ibrani mereka, dan untuk pengikut Zartusyt dengan metode mereka, untuk orang-orang Rum dengan cara mereka dan untuk orang-orang yang suka berdebat dan berdialog saya berdalil dengan bahasa mereka sendiri. Saya memaksa mereka semua untuk mengakuinya, maka Makmun akan memahami bahwa ia telah memilih jalan yang salah. Dan bisa dipastikan dia akan menyesalinya.

Dengan demikian pandangan orang-orang yang berpandangan buruk dalam hal ini betul-betul menjadi kuat.

2 – Apabila kita mengenyampingkan tujuan di atas, di sini ada tujuan lain yang menarik perhatian. Yaitu adalah: Makmun hendak membatasi maqom tinggi Imam Ridha as hanya sampai sebatas sisi ilmiah, dan berangsur-angsur hendak mengenyampingkan dari sisi siasat dan politik. Dan menunjukkan bahwa Imam as adalah imamnya para ilmuan. Dan tempat merujuk ummat Islam di dalam masalah-masalah ilmu. Namun beliau tidak ada urusan dengan masalah-masalah politik. Dan demikian dia mengamalkan slogan perpisahan agama dari politik.

3 – Tujuan lain yang terlintas disini adalah para politikus culas dan berpengalaman senantiasa memaksakan di dalam setiap jenjang dan tingkatakan untuk menbuat hiburan bagi masyarakat dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap masalah-masalah asli masyarakat dan kelemahan pemerintahannya. Ia menginginkan masalah dialog Imam Ali bin Musa al Ridha as dengan ulama-ulama besar dijaman itu dinukil dan dibahas di majlis-majlis dan seluruh para pecinta keluarga Ahlulbait as membahas masalah ini di majlis-majlisnya dan membicarakan kemenangan dan keunggulan Imam as. Dan tidak membicarakan masalah-masalah  pemerintahan. Dan Makmun melakukan urusan politiknya dengan tanpa rintangan dan gangguan dan masalah dialog merupakan perlindungan bagi kelemahan pemerintahannya.

BACA JUGA:  KISAH PENUH HIKMAH

4 – Tujuan yang ke empat, yang terlihat disini bahwa Makmun sendiri bukan orang yang tidak memiliki keutamaan. Ia menginginkan diperkenalkan sebagai pemimpin tunggal di masyarakat Islam. Dan menghendaki masyarakat mempercayai bahwa ia adalah pecinta ilmu pengetahuan khususnya di wilayah Iran dan umumnya di seluruh masyarakat Islam di masa itu. Dan hal ini merupakan kelebihan bagi pemerintahannya. Dan dengan jalan ini sekelompok masyarakat tertarik kepadanya.

Karena majlis-majlis diskusi dan dialog bisa dipastikan memiliki nilai politik. Dan masala-masalah politik biasanya tidak satu tujuan, sama sekali tidak ada larangan jika kita mengatakan bahwa seluruh tujuan tersebut di atas kemungkinan berada di dalam program Makmun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra