SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Sedangkan Makmun, pertama ia dibesarkan di pangkuan seorang bernama Jakfar bin Yahya, seorang yang tidak memiliki pengaruh sebagaimana saudaranya Fadhl. Yang ke dua, Guru dan pembimbingnya adalah seorang yang tidak disukai oleh keluarga besar Abbasi. Karena terdakwa dan dicurigai cenderung memihak kepada keluarga Ali as. Selain itu antara dia dan guru Amin terjadi perselisihan yang cukup berat. Orang ini kemudian menjadi mentri dan mengurus segala urusan Makmun. Ia adalah Fadhl bin Sahl Irani (orang Iran). Keluarga Abbasi takut terhadap orang-orang Iran dan mereka tidak senang terhadapnya. Oleh karena itu tak lama lagi posisi mereka akan tergeser dan diberikan kepada orang lain.

2 – Posisi Amin Lebih Baik Dari Pada Makmun

Amin memiliki pendudung yang sangat kuat dan bisa dipercaya dalam memperkuat kekuasaannya. Mereka diantaranya adalah: Paman-pamannya dari pihak Ibu, Fadhl bin Yahya Barmaki, Mayoritas orang-orang Barmaki (bahkan bisa dikatakan seluruh penduduk Barmaki) Ibunya (Zubaidah) dan bahkan orang-orang Arab.

Dengan memperhatika poin ini, dimana mereka adalah orang-orang yang berpengaruh dimana Rasyid sangat terpengaruh dan memiliki peran penting dalam menentukan jalannya pemerintahan. Selain itu merupakan suatu yang lumrah jika Rasyid sosok yang lemah dihadapan kekuatan mereka dan akibatnya ia terpaksa patuh terhadap mereka dan menyerahkan kedudukan putra mahkota kepada putranya yang lebih kecil yaitu Amin dan putra sulungnya yaitu Makmun sebagai pengganti setelah Amin.

Mungkin perasaan fanatik terhadap kabilah dan keluarga bani Abbas dan juga kebesaran dan pengaruh Isa bin Jakfar paman Amin (dari ibu) dimana dalam mengusulkan putra mahkota bagi Amin memainkan peran yang sangat penting.

Peran utama dalam masalah ini berada ditangan Zubaidah. Ia mengakhiri sengketa ini untuk kemenangan putranya sendiri.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN SERIBU KEPENG EMAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra