SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Setelah beberapa hari, istirahat dan melepas lelah perjalanan telah usai, pembicaraan antara Imam as dan Makmun telah dimulai dan Makmun mengusulkan untuk langsung menyerahkan kekhalifahan kepada Imam as. Namun Imam as menolak dengan keras usulan tersebut.

Fadhl bin Sahl dengan heran berkata: Saya tidak pernah melihat kekhalifahan begitu tidak berharga sebagaimana hari itu. Makmun akan menyerahnya kepada Ali bin Musa, dan dia enggan dan tidak mau menerimanya.

Makmun yang memungkinkan penolakan Imam as karena berasal dari kakeknya, berkata: Jika demikian adanya, maka terimalah kedudukan putra mahkota.

Imam berkata: Dari inipun saya tidak bisa menerimanya.

Kali ini Makmun tidak menerima penolakan Imam as dan mengucapkan kata-kata keras dan kasar dan mengandung ancaman. Ia berkata: Umar bin Khathab ketika hendak meninggal dunia, membentuk dewan Syura yang beranggotakan enam orang dimana salah satu dari mereka adalah Amirul Mukminin Ali as dan ia (Umar bin Khathab) berpesan demikian: Barang siapa menentang, maka lehernya akan dipenggal…. Anda juga harus menerima usulanku, karena saya tidak melihat jalan dan solusi lain selain ini.

Iapun memperingatkan dan mengancam Imam as lebih jelas dari ini. Ia berkata: Anda senantiasa melangkah bertentangan dengan kemauan dan kehendakku, Anda melihat anda aman dari kekuatan dan kekuasaanku. Demi Tuhan jika anda menolak posisi putra mahkota ini, saya akan memaksamu untuk menerimanya. Dan Jika anda tetap tidak mau terima, maka saya akan membunuh anda.

Imam as terpaksa menerima usulan Makmun dan berkata: Saya akan menerima posisi putra mahkotamu dengan syarat bahwa saya sama sekali tidak akan ikut campur dalam urusan pemerintahan dan kenegaraan. Dan sama sekali tidak akan ikut campur dalam urusan pengangkatan dan pemecatan pejabat-pejabat pemerintahan, penentuan hukum (undang-undang) fatwa-fatwa dan hukum pengadilan.

BACA JUGA:  KISAH MASJID JAMKARON

POSISI PUTRA MAHKOTA YANG TIDAK PERNAH TERWUJUD

Penduduk Marv telah bersiap-siap melaksanakan ibadah puasa tahun 201 hijriah, dimana berita posisi putra Mahkota untuk Imam Ridha as telah tersebar keseluruh pelosok kota. Dan semua orang menyambut berita bahagia ini dengan gembira bercampur heran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra