SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Makmun dilahirkan pada tahun 170 hijriah Yaitu malam dimana ayahnya menduduki kursi kekhalifahan dan meninggal pada tahun 218 hijriah.

Ayahnya menyerahkan Makmun kepada Jakfar bin Yahya Barmaki untuk diasuhnya. Gurunya adalah Fadhl bin Sahl yang dikenal dengan “Dzu al Riyasatain” yang kemudian menjadi mentri Makmun. Dan pemimpin tertinggi kekuatan militernya adalah “Thahir bin Husein DZul Yaminain”

IMAM RIDHA PADA MASA MAKMUN

Dengan ditempatkannya Makmun di tahta kekhalifahan, lembaran-lembaran catatan tentang hidup imam Ridha as terbuka dan terbentang halaman baru. Lembaran-lembaran yang menunjukkan bahwa imam Ali bin Musa al Ridha as bertahun-tahun berada dalam kesedihan dan penderitaan.

Para perampok kekhalifahan baik itu bani Umayah maupun bani Abbas paling takut dan hawatir terhadap keluarga Ali as,  dimana masyarakat atau sedikitnya sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa kekhalifahan merupakan hak mereka. Dan selain itu mereka juga melihat seluruh bentuk keutamaan pada diri mereka. Oleh karena itu keturunan yang mulia imam Ali as senantiasa disiksa oleh para penguasa di jamannya. Dan pada akhirnya meneguk cawan kesyahidan dari tangan-tangan mereka.

Akan tetapi makmun terkadang menunjukkan rasa cinta kepada Tasyayu’ dan para pelaksana pemerintahannya juga kebanyakan orang-orang Iran yang memiliki kecintaan yang khas kepada keluarga Ali as dan imam-imam orang-orang Syiah. Oleh karena itu ia tidak bisa bertindak sebagaimana ayah-ayahnya yaitu Harun dan Mansur yang menjebloskan Imam as ke penjara dan menggangu serta menyiksa mereka. Oleh karena itu ia memikirkan cara yang baru walaupun tidak terlalu baru, dan cara itu pernah dijalankan pada masa khalifah-khalifah sebelumnya. Bagaimanapun juga lebih cerdik dan lebih sedikit efek buruknya. Oleh karena itu khalifah-khalifah berikutnya bertindak berdasarkan ketetapan itu.

BACA JUGA:  PERISTIWA KELAHIRAN AGUNG ALI AS DI DALAM KA’BAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra