SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Mungkin sebab utama berkurangnya tekanan yang diberlakukan oleh Harun, adalah kekhawatiran akibat dari pembunuhan terhadaap imam Musa bin Jakfar as. Karena walaupun sedemikian rupa Harun berusaha menyembunyikan kejahatannya tersebut, namum pada akhirnya terbongkar juga dan membangkitkan kebencian penduduk. Dan Harun berusaha untuk berlepas diri dari kejahatan tersebut. Bukti masalah ini adalah bahwasanya Harun mengirimkan pesan kepada pamannya yaitu Sulaiman bin Abi Jakfar, yang mengambil jenazah Imam as dari tangan pesuruhnya untuk melakukan jahatnya dan menguburkannya dengan penunuh penghormatan: Semoga Tuhan melaknat Sindi bin Shahak, ia melakukan perbuatan ini tanpa perintahku”.

Bukti lain dari masalah ini adalah pengakuan Harun dalam menjawab Yahya bin Khalid Barmaki terkait dengan Ali bin Musa as. Yahya yang sebelumnya juga pernah mencerca dan menfitnah imam Kazhim as berkata kepada Harun: “Setelah Musa bin Jakfar, sekarang putranya menggatikan posisinya mengaku sebagai Imam” (Sepertinya pandangannya adalah ia hendak mengatakan: sebaiknya dari sekarang Ali bin Musa harus diawasi oleh mata-mata pemerintah).

Harun (yang belum melupakan pembunuhan imam Musa bin Jakfar as dan menghawatirkan akibatnya), menjawab: “Apa yang telah kita lakukan terhadap ayahnya apakah belum cukup? Anda menginginkan saya menghunus pedang dan membunuh seluruh keturunan Ali as?”

Kemarahan Harun membuat orang-orang pemerintahannya terbungkam dan dari sejak itu tak seorangpun berani mencaci imam Ridha as.

Imam Ali bin Musa as memanfaatkan kesempatan yang ada pada masa Harun untuk terang-terangan mengumumkan keimamahannya. Dan dalam masalah ini berbeda dengan ayah dan kakek-kakeknya tidak bertakiyah, sampai-sampai sebagian dari pecintanya memperingatkannya. Dan Imam as meyakinkan mereka bahwa Harun tidak akan mencelakakannya.

Shafwan bin Yahya mengatakan: Setelah imam Abu Ibrahim Musa bin Jakfar as meninggal dunia dan Ali bin Musa al-Ridha as terang-terangan mengumumkan masalah keimamahan dan kekhalifahannya, Ia berkata kepada Imam as:

BACA JUGA:  KISAH PENUH HIKMAH

“Anda mengumumkan urusan yang sangat-sangat besar dan berbahaya. Saya takut terhadap sipenindas ini (Harun al Rasyid) akan mencelakai anda”.

Imam menjawab: “Seberapapun Harun berusaha, ia tidak ada jalan untuk menyentuhku”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra