SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Supaya kita bisa melihat diantara kelompok-kelompok tersebut, kelompok mana yang bisa ia jadikan tempat bersandar bagi dirinya. Sehingga di saat-saat yang membahayakan bisa diharapkan dan bisa dihadapkan dengan para menentang pemerintahannya.

SITUASI BUDAYA MASYARAKAT ISLAM PADA MASA BANI ABBAS

Walaupun Islam pada masa Rasulullah saww tidak keluar dari wilayah Hijaz, namun karena telah memiliki dasar dan pondasi yang kuat dan kokoh, setelah wafatnya Rasulullah saww Islam tersebar dengan cepat. Sedemikian cepatnya sehingga dalam waktu yang singkat seluruh dunia telah mempelari peradaban Islam masa itu. Peradaban lainnya adalah kelima peradaban besar Rum, Iran, Mesir, Yaman, Kaldah dan Asyur di utara, Timur, Barat dan selatan Hijaz tenggelam dalam tungkunya yang panas. Sehingga segala jenis khurafat, Kezhaliman, kesesatan, kefasadan dan penjajahan terbakar di dalamnya. Dan segala sesuatu yang positif dan bermanfaat berada dibawah naungan peradaban Islam yang agung dengan lantunan kalam Ilahi dan kalimat Tauhid tetap ada dan bahkan terus berkembang.

Fitrah Islam yang cinta ilmu menyebabkan sejajarnya kemajuan-kemajuan politik, teologi di berbagai negara di dunia, pengethuan-pengetahuan dan ilmu-ilmu di negara-negara itu berubah menjadi lingkungan dan masyarakat Islam. Buku-buku ilmiah lain yang berasal dari Yunan sampai Mesir dan dari India sampai Iran dan Rum diterjemahkan ke bahasa baru yaitu bahasa al-Qur’an (bahasa Arab).

Ulama-ulama Islam yang cahaya pemikirannya mengambil dari cahaya al Qur’an, menganalisa ilmu dan pengetahuan orang lain dan banyak menambahkan pikiran-pikiran dan penemuan-penemuan baru. Dan memberikan wajah baru kepada esensi budaya dan peradaban masa lalu.

Menerjemahkan karya ilmiah orang lain telah dimulai pada masa bani Umayah. Dan mencapai puncaknya pada masa bani Abbas khususnya pada masa pemerintahan Harun dan Makmun. (sebagaimana pada waktu itu luas negara Islam dalam sejarah mencapai batas tertinggi).

BACA JUGA:  Kisah Sang Pecinta Masjid Gohar Shad

Tentu gerakan ilmu pengtahuan ini bukan sesuatu yang dilandasi dan dibangun oleh bani Umayah atau bani Abbas. Gerakan ini adalah efek langsung dari ajaran-ajaran Islam di bidang ilmu, dimana bagi ilmu pengetahuan tidak mengenal wathan dan tanah air dan dengan hukum: Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”. Dan “Tuntutlah ilmu walau dengan membawar mahal dan dengan menumpahkan darah hati.” Rasulullah saww mengirim ummat Islam untuk menuntut Ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra