NABI ISMAIL AS

NABI ISMAIL AS

Di dalam al-Qur an nama Ismail di sebutkat sebanyak dua belas kali dan nama Ishaq (putra nabi Ibrahim sa dari siti Sarah disebutkan sebanyak tujuh belas kali. Kedua nabi ini adalah putra-putra nabi Ibrahim dari dua orang ibu. Ibu nabi Ismail bernama Hajar as, dan ibu nabi Ishaq bernama Sarah as. Allah swt memberi nabi Ibrahim kedua putra itu ketika usianya sudah tua. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat 39 surat Ibrahim, dimana nabi ibrahim as sendiri berkata:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

 “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Allah swt memberi Ismail ketika Ibrahim berusia sembilan puluh sembilan tahun dan memberi Ishaq ketika usianya seratus dua belas tahun. Dan dalam riwayat yang lain yang dinukil dari Said bin Jabir mengatakan: Nabi Ibrahim hingga usia 117 tahun tidak memiliki seorang anakpun, kemudia beliau memiliki putra-putra bernama Ismail dan Ishaq.

KELAHIRAN NABI ISMAIL AS

Ketika nabi Ibrahim berada di suatu daerah bernama Babul (Iraq saat ini), pada usia 37 tahun menikah dengan Sarah putri salah seorang nabi bernama “Lahaj”. Sarah seorang wanita yang penyayang dan wanita sempurna. (Sebagaimana siti Khadija as) Siti Sarah adalah seorang wanita yang sangat kaya, semua harta kekayaannya diserahkan kepada nabi Ibrahim as. Dan nabi Ibrahim as menggunakan harta kekayaan itu di jalan Tuhan swt.

Sarah tinggal di keluarga petani dan peternak. Ketika telah menjadi istri nabi Ibrahim, kambing-kambing yang sangat banyak dan tanah yang luas yang ia dapatkan dari warisan ayahnya, seluruhnya diserahkan kepada nabi Ibrahim as.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN PENDETA NASHRANI

Ketika nabi Ibrahim dan siti Sarah dari Babul berhijrah ke wilayah Palestina, di pertengahan jalan ketika sampai di Mesir, Raja Mesir memberi siti Sarah seorang budak perempuan bernama Hajar. Nabi Ibrahim memasuki Palestina bersama siti Sarah dan siti Hajar dan tinggal di daerah tersebut. Nabi Ibrahim dan nabi Luth (saudara atau putra bibinya siti Sarah) bertabligh dan menghidayahi masyarakat di wilayah tersebut. Nabi Ibrahim tinggal di daerah ketinggian dan Nabi Luth di daerah dataran rendah Palestina dengan jarak sekitar delapan farsyah. Nabi Luth as selain dirinya sendiri juga seorang Nabi, namun beliau berdakwah dan membimbing masyarakat di daerah tersebut sebagai wakil dari nabi Ibrahim as.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra