NABI ISMAIL AS

NABI ISMAIL AS

Ajiiiib anak ini merintih dan menangis karena dahsyatnya rasa haus yang ia rasakan dan kedua kakinya yang kecil menerjang-nerjang bumi, dengan kuasa Tuhan bumipun tak mampu bertahan dan akhirnya menumpahkan airnya keluar.

Hajar sangat senang dan bahagia dengan kerikil dan bebatuhan ia mengurung sekitar air seraya berucap “Zamzam”(wahai air, pelan-pelan). Oleh karena itu mata air itu diberi nama Zamzam. Dan saat ini berada di samping Ka’bah sebagai kenangan yang mengagumkan dari siti Hahar dan Ismail as.

Hajar dan Ismail meneguk air tersebut dengan bahagia. Sekali lagi Hajar menyaksikan pertolongan Tuhan untuk mereka berdua dan doa suaminya telah terkabul. Hatinya dipenuhi perasaan tawakal kepada Allah swt.

Tidak berapa lama burung-burung merasakan bahwa di sekitar tempat itu telah ditemukan air. Burung-burungpun berdatangan dan meminum air tersebut.

Peristiwa yang tidak biasa, burung-burung berkelompok-kelompok berdatangan, bahkan binatang-binatang liarpun berdatangan ke tempat tersebut sehingga kabilah pertama yaitu kabilah “Jurhum” yang tinggal di Arafah di dekat Mekah mengikuti burung-burung yang berterbangan di sekitar wilayah tersebut dan sampailah mereka ke mata air itu. Mereka melihat seorang anak kecil duduk di samping ibunya di dekat mata air yang baru ditemukan itu. Mereka bertanya kepada siti Hajar: Siapakah anda dan berasal dari mana?

Siti Hajar menceritakan seluruh peristiwa yang terjadi kepada mereka.

Sekelompok penunggang (musafir) dari Yaman yang sedang melalui padang pasir Mekah, dari burung-burung yang berterbangan mengetahui bahwa disekitar tempat tersebut telah ditemukan air. Merekapun mengikuti perjalanan burung-burung yang berterbangan dan burung-burung itupun membawa mereka ke mata air itu. Mereka melihat seorang perempuan duduk di samping anaknya yang masih kecil di samping mata air yang jernih dan segar. Mereka meminta air. Siti Hajar memberi mereka air. Dan merekapun memberi Hajar roti dan makanan yang mereka bawa sebagai bekal mereka. Dengan demikian kabilah Jurhun dan kabilah-kabilah lain berpindah ke Mekah.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN PENDETA NASHRANI

Lambat-laun Mekah yang dulunya tak lebih dari sebuah padang pasir yang kering, tandus dan membakar, hari demi hari menjadi ramai dan makmur. Setiap hari ada kafilah yang datang ke tempat itu. Dan hari demi hari siti Hajar semakin terhormat. Lambat laun kemah-kemah di samping mata air itupun dibongkar dan padang saharapun berubah menjadi kota kecil.

Siti Hajar senantiasa mengucap syukur kepada Allah swt karena doa suaminya telah terkabul, Hati penduduk peduli kepadanya dan mendapatkan pemberian dan rizki dari Tuhan. Kafilah-kafilah itupun senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena telah mendapatkan rizki yang sedemikian rupa.[6]

PERTEMUAN-PERTEMUAN NABI IBRAHIM DENGAN SITI HAJAR DAN ISMAIL

Nabi Ibrahim kembali ke palestina. Namun beliau berulangkali datang ke Mekah untuk melihat belahan jiwanya Ismail dan melihat keadaan siti Hajar. Jarak yang cukup jauh itu beliau tempuh demi untuk mendapatkan kabar tentang mereka. Beliau sangat bahagia ketika menyaksikan orang-orang yang dikasihinya mendapat inayah dan menikmati pemberian Tuhan. Namun beliau tidak tinggal lama di Mekah. Dan karena beliau tidak ingin siti Sarah menjadi sedih, maka nabi Ibrahim segera kembali ke Palestina. Datang dan perginya nabi Ibrahim antara Palestina dan Mekah ini memiliki pesan yang sangat dalam. Yaitu Palestina dan Mekah baik dari sisi materi dan non materi adalah dua wilayah yang memiliki banyak berkah, maka harus berada dibawah kekuasaan para muwahid. Dan mereka yang berasal dari keturunan nabi Ibrahim Halilullah as dalam sepanjang sejarah, tidak boleh membiarkan musuh-musuh kemanusiaan menguasai dua wilayah suci tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra