NABI ISMAIL AS

NABI ISMAIL AS

Bangunan Ka’bah pada saat itu tidak memiliki tirai dan dibangun dengan batu-batuan sederhana. Dan Ismail memiliki rumah di samping Ka’bah dan tinggal di rumah itu. Sampai pada suatu hari istrinya mengusulkan untuk membuat tirai untuk dua sisi Ka’bah. Dan nabi Ismail as menerima usulan istrinya. Istrinya menyiapkan tirai tersebut dan menggantungkannya di kedua sisi Ka’bah. Kemudian istrinya mengusulkan selayaknya ia membuat tirai untuk sekeliling bangunan Ka’bah. Nabi Ismai juga menerima usulan tersebut. Oleh karena itu, sejak saat itu sampai sekarang membungkus Ka’bah sudah menjadi tradisi. Dimana diganti setiap tahun pada hari raya idul qurban.

Biaya hidup nabi Ismail dari berburu dan beternak. Tirai pertama yang dibuat untuk membungkus Ka’bah terbuat dari bulu domba nabi Ismail.

Bertahun-tahun telah berlalu dan dari nabi Ibrahim as tidak ada beritanya. Nabi Ismail menghawatirkan sang ayah. Dan senantiasa menunggu kedatangannya. Perpisahannya dengan ayah membuatnya sedih dan senantiasa dalam penantian. Sampai suatu saat Malaikat Jibrilpun datang membawa berita meninggalnya sang ayah yaitu nabi Ibrahim as di Palestina. Dan mengucapkan bela sungkawa kepada nabi Ismail. Malaikat Jibril berkata kepada nabi Ismail as: Anda harus bersabar. Dan tentang kepergian sang ayah jangan mengatakan hal-hal yang tidak layak sehingga membuat Tuhan murka.

Disamping itu malaikat Jibril juga berkata kepada nabi Ismail: anda juga akan meninggal dunia. Nabi Ismail berumur 137 tahun, ada yang berpendapat 180 tahun. Dan jenazahnya di makamkan di samping makam ibunya di hujrah Ismail di samping Ka’bah. Ismail menginginkan maqom kenabian setelahnya berasal dari keturunannya, dan Tuhan mengabulkan keinginannya. Dan Jibril datang memberikan berita gembira ini kepadanya. Dan pada ayat 86 surat An’am setelah menyebutkan sejumlah nabi-nabi dari keturunan Ibrahim Allah befirman:

BACA JUGA:  KISAH SAIYIDUS SAJIDIN IMAM ZAINUL ABIDIN AS

 وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ

Dan Ismail, Ilyasa‘, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya).

[1] Surat Hud. 69-74

[2] Surat Ibrahim/38

[3] Bihar, jilid 12, hal 111

[4] Bihar, jilid 12, hal 97

[5] Surat Ibrahim/35-41

[6] Disadur dari Bihar, jilid 12, hal 114

[7] Menurut riwayat yang lain siti Hajar meninggal setelah selesai perbaikan bangunan Ka’bah.

[8] – Perlu diingat bahwa nabi Ibrahim adalah seorang yang berpengalaman. Dan tentang Istri juga memiliki pengalaman yang cukup. Dan pertemuan pertama dengan istri Ismail ini dipahami bahwa ia bukan istri yang sholehan dan tidak bisa dididik. Oleh karena itu beliau memberi perintah tersebut. Jiak tidak, didalam banyak riwayat dikatakan bahwa para wanita bisa dididik dan diperbaiki. Dan dengan kejadian dan peristiwa yang sederhana tidak boleh berfikir tentang perceraian.

[9] – Bihar, jilid 12, hal 84 dan 85

[10] -Bihar, jilid 12, hal 104

[11] Ali ‘Imran/96

[12] Sebagaimana bisa dipahami dari surat Ibrahim ayat 37.

[13] Surat Ibrahim/26 dan 27.( لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ)

[14] Majma’ul Bayan, jilid 7, hal 80.

[15] Walaupun sebelumnya telah dikatakan bahwa siti Hajar telah meninggal dunia, namun pendapatlain menyatakan bahwa siti Hajar saat itu masih hidup. Selain itu ada yang berkeyakinan bahwa yang akan disembelih adalah Ishaq, bukan Ismail. Dengan demikian berdasarkan pendapat ini, ibu tersebut adalah siti Sarah yang masih hidup dan yang berada dalam peristiwa Qurban. Namun kebanyaka ulama Islam berkeyakinan bahwa dzabih (yang disembelih) adalah Ismail. Dan masalah ini telah ditanyakan kepada imam Shadiq as. Dan Imam berkata: dzabih adalah Ismail. (Nurus Staqalain, jilid 4, hal 424) dan hal ini didukung oleh sabda Nabi yang berbinyi: (انا ابن الذبيحين) “aku adalah putra dua Qurban.” Hal ini menjadi pendukung, mengingat tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Nabi Muhammadsaww  berasal dari keturunan Ismail, (maksud Qurban yang kedua adalah Abdullah ayah nabi Muhammad saww). Namun di dalam Taurat, Ishaq diperkenalkan sebagai yang diqurbankan (Dzabih). Sepetinya riwayat taurat telah memasuki riwayat-Riwayat Islam.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN SERIBU KEPENG EMAS

[16] Kini di setiap musim haji di Mina tiga tiang (bernama Jamaratul ula, Wustha dan Ikhra) dilempar batu untuk mengenang dan memperingati perlawanan tiga orang pejuang jalan Allah dan hujan batu bagi syetan.

[17]– (Surat Ash-Shaffat 102) قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

[18] Majma’ul Bayan, jilid 7, hal 452 dan tafsir Abul Futuh, jilid 9, hal 320 serta Mi’rajus Sa’adah, hal 491.

[19] Mi’rajus Sa’adah, hal 491, Majma’ul Bayan, jilid 8, hal 453.

[20] Shafaat/107-109

[21] Tafsir Abul Futuh Razi, jilid 9, hal 320-324, ( walaupun wasiat Ismail telah dinukilkan di atas dengan sedikit peerbedaan, namun gambaran di atas juga telah di nukil. Dan kamipun menuliskan keduanya untuk menyempurnakan pembahasan dan kisah)

(Diterjemahkan dari kitab QISSEHA-E QUR AN/Kisah-Kisah Al Qur an), karya Mahammad Muhammadi Isytirhadi, halaman 121-142)

SEMOGA BERMANFAAT

DAN

MOHON DOANYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra