SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Terlepas dari semua itu, mengingat bahwa masalah nasab dan keturunan memiliki peran di dalam pikiran dan benak orang-orang Arab, Rasyid dimungkinkan akan mendahulukan Amin dari Makmun. Sebagian ahli sejarah menjelaskan demikian bahwa, pada tahun 176 hijriah, Rasyid menanda tangini perjanjian bahwa kedudukan putra mahkota diberikan kepada Makmun setelah saudaranya Amin. Makmun Dari sisi usia lebih tua satu bulan dari Amin. Akan tetapi Amin terlahir dari Zubaidah putri Jakfar salah seorang wanita Hasyimi. Sedangkan Makmun terlahir dari seorang budak bernama “Marijil” diapun meninggal beberapa hari setelah melahirkan Makmun.

SITUASI SULIT

Selain itu, penduduk Khurasan yang telah mengantarkan Makmun ke puncak kekuatan dan kekuasaan sekarang berpaling dan membelot dan terhitung membahayakan baginya.

Dalam pada itu para pengikut Ali memanfaatkan situasi perselisihan antara Makmun dan saudaranya. Mereka menyusun barisan dan menambah aktifitasnya. Sekarang anda bisa membayangkan dengan baik tentang kesulitan Makmun, Khususnya pemberontakan yang terjadi di setiap sudut negara.

PEMBERONTAKAN-PEMBERONTAKAN ALAWI

Abul Suraya dimana suatu hari ia memiliki kedudukan di dalam partai Makmun, ia melakukan pemberontakan di Kufah. Dan pasukannya membinasakan setiap pasukan yang dijumpainya. Dan menguawai setiap kota yang dimasukinya.

Dikatakan: Dalam peperangan abul Suraya dua ratus orang  dari pengikut khalifah terbunuh. Sedangkan jarak antara hari kebangkitan sampai ia dihukum pancung tidak lebih dari sepuluh bulan.

Bahkan di Bashrahpun yang merupakan tempat berkumpulnya para pengikut Utsman, membelot dan mendukung para pengikut Ali bangkit sampai ke Zaidun nar.

Muhammad bin Jakfar yang dijuluki dengan Dzibaj yang dipanggil dengan panggilan Amirul Mukminin, bangkit di Mekah dan sekitar Hijaz.

Ibrahim bin Musa bin Jakfar memberontak kepada khalifah di Yaman.

BACA JUGA:  MUBAHALAH

Muhammad bin Sulaiman bin Daud mengadakan pemberontakan di Madinah.

Di Waasith dimana mayoritas penduduknya cenderung mengikuti pengikut Utsman, juga terjadi pemberontakan Jakfar bin Zaid bin Ali, dan juga pemberontakan Ibrahim bin Hasan bin Ali.

Muhammad bin Ismail bin Muhammad memberontak di Madain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra