SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Naufeli (Yang menyesali ucapannya) berkata: Tidak, demi Tuhan. Saya sama sekali tidak menghawatirkan anda. Saya mengharap Tuhan akan memenangkan anda atas mereka semua.

Imam berkata: Wahai Naufeli, Anda ingin tahu siapa yang akan membuat Makmun menyesali perbuatannya?

Naufeli berkata: Ya.

Imam berkata: Ketika ia mendengar dalilku dengan Taurat untuk pemilik Taurat. Dan dihadapan pemilik Injil dengan Injil mereka. Dan untuk pemilik Zabur dengan Zabur mereka dan untuk Shabiin dengan bahasa Ibri mereka dan dihadapan Zartusyti dengan baha Parsi mereka. Dan untuk orang-orang Rum dengan dengan bahasa Romawinya dan untuk para pengikut berbagai aliran dengan bahasa mereka masing-masing.

Ya… ketika aku telah membatalkan argumen setiap kelompok dengan bahasa mereka masing-masing sehingga mereka melepaskan madzhab mereka sendiri. Saat itu Makmun akan menyadari bahwa ia tidak layak menduduki kedudukan yang ia duduki. Saat itu ia akan menyesal dan tidak ada daya dan upaya selain dengan Allah yang Maha Agung.

Naufel berkata: Ketika pagi telah menyongsong, Fadhl bin Sahl datang kepada Imam as dan berkata: aku menjadi tebusanmu. Putra pamanmu (Makmun) telah menunggu anda dan masyarakah telah datang. Apa pandangan anda tentang masalah ini?

Imam menjawab: Kamu pergilah terlebih dahulu. Saya insya Allah akan datang. Kemudian imam berwudhu dan meneguk minuman sawiq[i] dan juga memberikanya kepada kami untuk kami minum. Kemudia kami keluar bersama Imam as hingga kami sampai kepada Makmun.

Majlis penuh dengan orang-orang ternama dan tokoh masyarakat. Dan Muhammad bin Jakfar beserta beberapa orang dari Bani Hasyim dan keluarga Abi Thalib. Dan sekelompok pemimpin militer juga telah hadir. Ketika Imam as memasuki majlis, Makmun bangkit dan berdiri. Muhammad bin Jakfar dan seluruh bani Hasyim juga bangkit dan berdiri. Imam as duduk bersama Makmun. Namun mereka karena menghormati Imam as senantisa berdiri sampai mereka dipersilahkan duduk, maka mereka semua duduk. Beberapa saat Makmun berbincang-bincang dengan Imam dengan hangat. Kemudian ia menghadap Jatsiliq dan berkata:

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DI DALAM AL QUR-AN

Wahai Jatsiliq, Ini adalah putra pamanku Ali bin Musa bin Jakfar as. Dia adalah salah seorang putra Fathimah as putri Nabi kami saww. Dan putra Ali bin Abi Thalib. Saya ingin anda berbincang-bincang dan berdialog dengannya. Namun jagalah keadilan dalam pembahasan kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra