Aku berkata: Saya mendengar beliau as berkata: Mereka akan membunuhmu dan akan menggantungmu, sebagaimana mereka telah membunuh ayahmu dan menggantungnya.
Wajahnya menjadi pucat dan berkata: (يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ); Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).[4]
Wahai Mutawakil, Allah telah menekankan urusan ini kepada kami dan telah meletakkan bagi kami ilmu dan pedang. Dan Tuhan hanya memberi putra-putra paman hanya ilmu.
Saya berkata: Semoga aku menjadi tebusanmu. Aku melihat masyarakat lebih mengikuti putra pamanmu Jakfar as dibanding denganmu dan ayahmu.
Dia berkata: Pamanku Muhammad bin Ali as dan putranya mengajak masyarakat untuk hidup. Sedangkan kami mengajak mereka untuk mati.
Saya bertanya: Wahai putra Rasul, Apakah mereka lebih tahu atau anda?
Beberapa saat dia menundukkan kepala, kemudian ia mendongakkan kepala dan berkata: Kita semua tahu, kecuali apa yang kami tahu, mereka juga mengetahuinya dan apa yang mereka ketahui kami tidak mengetahui. Kemudia dia berkata: Apakah anda menulis apa-apa yang telah dikatakan putra pamanku Jakfar?
Saya berkata: Ya
Dia berkata: Tunjukkanlah kepadaku.
Saya menulis beberapa masalah dan saya mengeluarkannya, diantaranya adalah sebuah doa yang didektakan oleh Abu Abdillah as dan mengabarkan kepadaku bahwa ayahnya Muhammad bin Ali as mendektekan untuknya. Dan salah satu doa ayahnya, Ali bin Husain as di Shahifah Kamilah.
Yahya melihat doa tersebut dan berkata: Apakah anda mengijinkan saya menyalinnya?





