KISAH SAIYIDUS SAJIDIN IMAM ZAINUL ABIDIN AS

KISAH SAIYIDUS SAJIDIN IMAM ZAINUL ABIDIN AS

malam, tiba-tiba datang ke samping pohon seorang pemuda berpakaian putih, dan berbau harum. Aku berkata sendiri di dalam hati; bapak ini adalah salah seorang wali Tuhan, kalau diperhatikan aku hawatir dia menjauh dariku, dan aku menyebabkanibadah-ibadah yang hendak beliau lakukan tidak terlaksana. Oleh karena itu aku berusaha sebisa mungkin untuk bersembunyi darinya. Pemuda itu mendekati pohon tersebut, dan bersiap-siap untuk shalat. Beliau berdiri tegak dan kemudian bermunajat, di dalam munajatnya beliau berkata kepada Allah wst:

يا مَنْ حاذَ كُلُّ شَى ءٍ مَلَكُوتا وَ قَهَرَ كُلَّ شَى ءٍ جَبَروُتا صَلَّ عَلى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اَوْلِجْ قَلْبِى فَرَحَ الاقبالِ عَلَيْكَ وَ اَلْحِقْنى بِمَيَدانِ الْمُطيعينَ لَكَ.

“Wahai yang menjadi pemilik segala sesuatu karena kekuasaannya. Dan menaklukkan segala sesuatu karena kuatannya. Masukkanlah dan jadikanlah hatiku bahagia bertemu denganMu (cicipkan padaku rasa manis mengingatMu) Dan gabungkanlah diriku dengan orang-orang yang taat padaMu.”

Kemudian beliau melaksanakan Shalat. Dan (setelah beberapa lama) karena aku melihatnya tidak bergerak, aku pergi ketempat dimana beliau beribadah. Tiba-tiba disana aku melihat sebuah mata air yang mengeluarkan air berwarna putih berkilau. Aku bersiap-siap untuk shalat dan aku berdiri di belakan anak muda tak dikenal itu. Tiba-tiba aku melihat diriku berada disebuah mihrob dimana seakan akan mihrob itu dibangun saat itu juga. Dan aku menyaksikan anak muda itu berada dalam keadaan shalat dan bermunajat. Setiap kali sampai pada suatu ayat al Qur an yang menerangkan tentang ganjaran atau adzab Tuhan, beliau membacanya dengan merintih dan meratab serta penuh kesedihan, dan ayat itu dibaca berulang-ulang. Keadaan ini berlangsung sampai waktu dini hari. Setelah kegelapan malam menghilang dan hari menjadi terang, beliau bangkit dan berdiri dan beliau bermunajat demikian:

BACA JUGA:  KISAH AWAL MULA PENCIPTAAN FATHIMAH

يا مَنْ قَصَدَهُ الضّآلّوُنَ فَاَصابُوهُ مُرشِدا وَ اَمَّهُ الْخائِفُونَ فَوَجَدوُهُ مَعْقِلا وَ لَجَاَ اِلَيْهَ الْعابِدوُنَ (الْعائذوُن ) فَوَجَدُوُهُ مَوْئلا مَتى راحَةُ مَنْ نَصَبَ لِغَيْرِكَ بَدَنَهُ وَ مَتى فَرَحُ مَنْ قَصَدَ سِواكَ بِهِمَّتِهِ اِلهى تَقَشَّعَ الظَّلامُ وَ لَمْ اَقْضِ مِنْ خِدْمَتِكَ وَطَرا وَ لا مِنْ حِياضِ مُناجاتِكَ صَدَرا صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَ آلِ مُحَمَّد وَافْعَلْ بِى اَوْلَى الاَمْرَيْنِ بِكَ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ.

Wahai yang menjadi tujuan para pencari, dan menjadikanNya sebagai Pembimbing bagi dirinya. Wahai yang menjadi tujuan orang-orang yang takut dan mendapatkanNya sebagai Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang, Wahai yang orang-orang yang beribadah berlindung kepadaNya, dan mendapatkanNya Dia sebagai pelindungnya. Kapankan ketenangan seseorang mempersulit dirinya untuk selainMu dan kapankah kenyamanan dan kesenagan seseorang menjadi perhatian selain diriMu. Ilahi, kegelapan malam telah berakhir, tetapi aku belum sampai pada hajatku, dan belum mendapatkan apa-apa dari lautan munajat dan berhubungan denganmu. Sampaikanlah shalawat dan salam kepada kanjeng nabi Muhammad dan keluarganya. Dan jadikanlah bagiku yang terbaik di sisiMu diantara dua hal. Wahai yang lebih pengasih diantara para pengasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra