KISAH SAIYIDUS SAJIDIN IMAM ZAINUL ABIDIN AS

KISAH SAIYIDUS SAJIDIN IMAM ZAINUL ABIDIN AS

Saya berkata: Wahai putra Rasul: Ini adalah sesuatu dari anda yang sampai kepada kami. Apakah untuk itu anda harus minta ijin?

Kemudia dia berkata: Sekarang saya akan memberimu Shahifah yang merupakan doa yang lengkap dimana ayahku Zaid belajar dari ayahnya Ali bin Husain as. Dan beliau mengatakan kepadaku supaya aku menjaganya dan tidak menyerahkan kepada yang bukan pemiliknya.

Kemudian saya berdiri dan mencium keningnya dan aku berkata: Wahai putra Rasul, agamaku adalah mencintai dan taat padamu dan saya berharap hal ini membuatku mulia sepanjang hidupku dan setelah matiku.

Kemudian yahya meminta sebuah kotak kecil, setelah kotak itu dibawakan, dari dalamnya dikeluarkan sebuah Shahifah yang masih dikonci dan distempel. Ia memandangi stempel tersebut dan menciumnya, ia meneteskan air mata. Kemudia ia membuka kunci dan stemperlnya. Kemudian ia membuka Shahifah itu dan menempelkan di matanya setelah itu memoleskan di wajah dan berkata: Wahai Mutawakil, demi Tuhan aku bersumpah: Kalau bukan karena perkataan putra pamanku yang mengatakan bahwa aku akan terbunuh dan digantung, Shahifah ini tidak akan saya berikan kepadamu. Dan aku akan bahil tentangnya. Tapi saya tahu bahwa perkataannya adalah benar dan ia mengambil dari ayah-ayahnya. Dan perkataannya secepatnya akan terjadi. Dan saya khawatir ilmu seperti ini akan jatuh ketangan Bani Umayah dan akan disembunyikan di tempat penyipanan hartanya. Oleh karena itu ambillah ini dan buatlah hatiku tenang tentangnya…..

Mutawakil pergi ke Madinah setelah terbunuhnya Yahya bin Zaid dan pergi menghadap imam Shodiq as. Dan menunjukkah Shahifah yang diberi oleh Yahya kepada imam as.

Mutawakil berkata: Imam as membuka Shahifah dan berkata: Demi Allah ini adalah Tulisan pamanku Zaid dan doa kakekku Ali bin Husain as. Kemudia imam Berkata kepada putranya: Wahai Ismail, berdirilah, ambil dan bawakan doa yang telah aku perintahkan padamu untuk menyimpanya.

BACA JUGA:  KISAH MASJID JAMKARON

Ismail berdiri dan memberi aku sebuah Shahifah, seperti Shahifah yang diberi Yahya bin Zaid. Aba Abdillah menciumnya dan menempelkan di matanya dan berkata: Ini adalah tulisan ayahku yang didekte oleh kakekku as di hadapanku.

Aku berkata: Wahai putra Rasul, Apakah anda mengijinkan saya menukarnya dengan Shahifah Zaid dan Yahya? Imam mengijinkan dan berkata: Saya melihat anda layak mendapatkannya.

Kemudian aku memeriksanya, keduanya sama dan tak satu katapun yang berbeda.[5]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra