Hak orang yang berselisih denganmu adalah jika dia benar, maka terimalah, dan jika dia tidak benar maka buat dia ridho dengan cara lembut dan penuh kasih. Hakmu atasnya adalah jika kamu mengetahui bahwa dirimu bersalah, maka mintalah maaf.
Hak orang yang lebih tua darimu atas dirimu adalah menghormatinya dan karena usianya, janganlah berjalan di depannya.
Hak orang yang lebih kecil atas dirimu adalah menyayanginya pada saat kamu mengajarinya sesuatu, menutup mata terhadap kesalahannya dan tidak melihat aib dan kekurangannya.
Hak orang yang berbuat buruk adalah memaafkan dosa dan kesalahannya. Tetapi jika kamu mengetahui bahwa dengan memaafkannya akan menyebabkan berbuat buruk lebih banyak lagi, maka dia harus diberi hukuman yang setimpal.
[1] Kharoij, jilid 2/751.
[2] Tarikh Chardah Makshum, Allamah Majlisi, hal, 831-835
[3]– Yahya adalah putra Zaid Syahid, dimana setelah ayahnya terbunuh pada tahun 123 hijriah, pergi dari Kufah dan menuju ke Kharasan, dan tinggal Balakh, di rumah Harisy bin Abdurahman Syaibani. Nasir bin Saiyar (gubernur Khurasan) membunuhnya pada tahun 125. Nasir memisahkan kepalanya dan mengirimnya ke Madinah dan badanyanya di gantung, Jasadnya disalib sampai Abu Muslim Khurasani mengusai Khurasan dan dia menurunkan jasadnya dan menshalatinya dan menguburkannya ( al Kamil Fi Tarikh, jilid 5, hal 127, al-Imam Shadiq as dan al-Madzhab al-Arba’ah, jilid 1, hal 129).
[4]– Surat Ar-Ra’d 39
[5]– Asenai ba Shahifah Sajjadiah, hal 20-24





