PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM ALI AS

PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM ALI AS

3 – Menurut riwayat dari Syekh Mufid ra: Ketika telah memasuki bulan suci Romadhan, Imam Ali as satu malam bertamu kerumah putranya imam Hasan as, satu malam bertamu kerumah imam Husein as, dan satu malam pada waktu berbuka bertamu kepada putra pamannya yang bernama Abdullah bin Abbas. Di setiap tempat, pada saat berbuka imam Ali berbuka tidak lebih dari tiga suap. Di salah satu malam itu, Imam Ali as ditanya: Mengapa anda makan sedikit?

Imam Ali as dalam menjawab berkata: “Perintah Tuhan akan segera tiba. Selayaknya perutku dalam keadaan kosong. Tidak lebih dari satu atau dua malam. Dan di penghujung malam itu ubun-ubunnya ditebas.

6 – PERCAKAPAN IMAM ALI AS DENGAN PUTRINYA UMU KULTSUM As

Umu Musa yang merupakan pembantu di rumah imam Ali as dan pengasuh putrinya Fathimah as mengatakan: Saya mendengar imam Ali as berkata kepada putrinya: Putriku, aku merasa hidupku denganmu tidak berapa lama lama lagi.

Umu Kultsum: Mengapa demikia dan untuk apa?

Imam Ali as: Aku melihat Rasulullah saww di dalam mimpiku. Beliau membersihkan debu-debu dari wajahku dan bersabda: Wahai Ali , tidak ada lagi tanggungan di pundakmu. Kamu telah melaksanakan tugasmu dengan sempurna.

Umu Kultsum menambahkan: percakapan ini tidak lebih dari tiga malam kemudian ubun-ubun suci ayahku ditebas dengan pedang.

Umu Kultsum berteriak ketika melihat kepala ayahandanya yang berlumuran darah.

Imam Ali as berkata kepadanya: Putriku, Jangan berbuat demikian, Karena aku telah melihat Rasulullah saww. Beliau memberiku isyarah dengan tangannya dan bersabda kepadaku: ya Ali, datanglah kepada kami. Karena apa yang ada di sisi kami lebih baik untukmu.

BACA JUGA:  SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra