PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM ALI AS

PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM ALI AS

2 – PEMBICARAAN IBNU MULJAM DENGAN QUTHTHAM

Abdurrahman bin Muljam Muradi berangkat  menuju Kufah untuk melaksanakan niatnya yaitu membunuh imam Ali as. Ketika sampai di Kufah, ia datang kerumah putri “Umais Quththam. Quththam adalah sosok yang ayah dan saudaranya dibunuh oleh imam Ali as di perang Nahrawan. Dan memiliki kecantikan wajah yang luar biasa. Ketika Ibnu Muljam melihatnya, ia langsung jatuh cinta kepadanya dan iapun melamarnya.

Quththam menjawab: Saya tidak akan menikah tanpa perjanjian maskawin.

Ibnu Muljam berkata: Maskawin apapu yang kamu kehendaki saya akan memberikannya.

Quththam berkata: Maskawinku adalah: 1- Tiga ribu dirham, 2- Seorang budak perempuan, 3- Terbunuhnya Ali as.

Ibnu Muljam berkata: Saya akan memberikan uang dan budak perempuan, Tetapi saya tidak yakin kamu akan mendapatkan keinginanmu tentang terbunuhnya Ali as.

Quththam berkata: Awasilah dia kemudian serang dan bunuhlah dengan tiba-tiba pada saat dia sedang melakukan sesuatu. Jika anda membunuhnya, maka anda telah mengobati sakit hatiku. Dan kamu akan mendapatkan kelezatan hidup bersamaku. Dan jika dirimu sendiri yang terbunuh di jalan ini, pahala yang akan anda dapatkan dari Tuhan lebih baik dari kehidupan di dunia ini.

Ibnu Muljam –menyembunyikan niatnya, tetapi ketika ia melihat Quththam juga sejalan dengannya- ia berkata: Demi Tuhan aku bersumpah, Saya telah melarikan diri dari kota ini (Kufah) dan sekarang saya tidak datang ke kota ini kecuali karena untuk membunuh Ali as. Percayalah bahwa aku akan mengabulkan keinginanmu.

Kemudian ia meninggalkan Quththam. Dan ia berkata pada dirinya sendiri: Tiga ribu dirham, budak perempuan dan terbunuhnya Ali as dengan pedang terhunus adalah maskawin Quththam. Tidak ada maskawin lebih berat dari terbunuhnya Ali as.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN PENDETA NASHRANI

3 – BANTUAN TERSEMBUNYI DARI EMPAT ORANG DALAM PEMBUNUHAN IMAM ALI AS

Di perjalanan ibnu Muljam menjumpai salah seorang dari Khawarij bernama Syabib bin Mujrah. Ia berkata kepadanya: Apakah anda menginngikan pertemanan dan sekutu dunia dan akherat?

Syabiib berkata: Sekutu apa itu?

Ibnu Muljam: Bantulah aku dalam membunuh Ali as

Syabib: Semoga ibumu duduk berduka untukmu. Kamu mengusulkan sesuatu yang sangat buruk kepadaku. Sedangkan kamu tahu bahwa Ali adalah sosok yang paling gagah berani yang senantiasa menyertai Rasulullah saww.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra