Orang pertama yang menshalati Nabi saww adalah Amirul mukminin Ali as. Kemudian para Shahabat Nabi saww bergantian menshalati Jenazah Nabi saww. Dan ritual ini terus berlanjut sampai zhuhur hari selasa. Kemudian diputuskan bahwa jenazah Nabi dikuburkan di kamar atau ruangan dimana Nabi saww meninggal dunia. Kuburan Nabi saww disiapkan oleh Abu ‘Ubaidah bin Jarrah dan Zaid bin Sahl. Dan ritual penguburan dilaksanakan oleh Amirul mukminin Ali as dengan dibantu oleh Fadhil dan Abas.
Pada akhirnya surya kehidupan sosok yang dengan pengorbanan yang tak pernah mengenal lelah dirinya, yang telah merubah nasib setiap insan dan umat manusia. Serta telah membuka lembaran-lembaran baru di dalam peradaban umat manusia, telah tenggelam.
[1] – Sirah Ibnu Hasyam, jilid 2, hal 654,
– Thabaqaat Ibnu Sa’ad, jilid 2, hal 216
[2] – ايتوني بدواة و صحيفة أكتب لكم ما لا تضلّون بعدي tidak diragukan bahwa maksudnya adalah Rasulullah akan mendiktekan surat tersebut dan salah satu penulis wahyu yang akan menulisnya. Karena Rasulullah saww sampai detik terahir dalam hidupnya belum pernah memegang pena dan tidak pernah menulis sesuatu. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan merujuk ke kitab “Dar Maktab-e Wahyu”, karya penulis kitab ini.
[3] – Shahih Bukhari, kitab ilmu, jilid 1, hal 22 dan jilid 2, hal 14, – Shahih Muslim, jilid 2, hal 14, -Musnad Ahmad, jilid 1, hal 325, – Thabaqat Kubra, jilid 2, hal 244.
[4] – القصاص في دار الدنيا احب الي من قصاص دار الاخرة
[5] – Selain itu karena cambukan di perut Suwadah adalah secara tidak sengaja, dari sisi ini pada hakekatnya Suwadah tidak punya hak qishash.
[6] – Manaqib Ali Abi Thalib, jilid1/164
[7] – Ali ‘Imran/144
[8] – Shahih Bukhari, jilid 5, hal 21
[9] – Tabaqaat Ibnu Saat, jilid 2, hal 247
– Kamil jilid 2, hal 219
[10] – Idem, hal 213.
[11] – Tabaqaat, jilid 2, hal 263
[12] -Nahjul Balaghab khuthbah ke 197
[13] – Surat Annisa’/79
[14] – I’lamul wara/ 83
[15] – Kesepakatan para ahli hadits dan ahli sejarah Syi’ah dan juga di dalam kitab sejarah Ibnu Hisyam jilid 2, hal 658 menyebutkan berupa nukilan.
[16] – Berdasarkan riwayat dari Bukhari, ia adalah Abu Bakar.
[17] – Sirah (sejarah) Ibnu Hisyam, jilid 2, hal 656
[18]– Thabaqat Kubra, jilid 2, hal 57.
[19] -Nahjul Balaghah, khutbah ke 23





