Ungkapan ini mengisahkan kehawatiran yang luar biasa Nabi saww terhadap masa depan dan Nasib Islam setelah sepeninggal beliau saww. Maksud dari api yang telah disabdakan “telah berkobar”, api yang mana? Apakah ada selain api fitnah dan perpecahan yang mengintai kaum muslimin? Dan telah menyala dan menjilat-jilat setelah wafatnya Nabi saww dan kobaran apinya belum padam dan masih menyala dan berkobar-kobar hingga sekarang?!
Ambilkan Pena dan Tinta Untuk Kutuliskan Sebuah Surat
Rasulullah saww menyadari tentang adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan di luar rumah dalam rangka merampas kekhalifahan. Oleh karena itu untuk menghindari penyimpangan dan penyelewengan masalah kekhalifahan dari poros aslinya dan untuk mencegah timbulnya perpecahan dan keretakan, Rasulullah saww memutuskan untuk memperkuat posisi kekhalifahan Amirul Mukminin as dan Ahlulbaitnya secara tertulis. Sebagai bukti dan saksi hidup dalam masalah kekhalifahan.
Oleh karena itu pada suatu hari dimana tokoh-tokoh shahabat datang menjenguk, Rasulullah saww sedikit menundukkan kepala dan merenung, kemudian beliau saww memandangi mereka dan bersabda: “Ambilkan saya tinta dan kertas, aku akan menuliskan sesuatu untuk kalian! Sehingga setelah itu kalian tidak akan pernah tersesat.”[2] Pada saat itu Khalifah kedua memecahkan keheningan majlis dengan berkata: “Penyakit telah menguasai Nabi. Qur’an ada diantara kalian, Kitab langit cukuplah bagi kami.”
Pandangan khalifah kedua ini menjadi perdebatan. Satu kelompok menentang pandangannya dan berkata: “Perintah Nabi harus dilaksanakan secara pasti. Pergilah ambilkan pena dan kertas, Supaya beliau menuliskan apa yang beliau kehendaki. Dan sebagian lagi memihak kepada khalifah. Dan melarang untuk memberinya pena dan kertas. Rasulullah saww menjadi murka atas perbedaan dan keributan serta perkataan-perkataan lancang mereka dan Nabi saww bersabda: “Bangkitlah tinggalkan rumah ini.”




