PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM RIDHA AS DAN SEBAB-SEBABNYA

PERISTIWA KESYAHIDAN IMAM RIDHA AS DAN SEBAB-SEBABNYA

Muktashim masih berusaha untuk mengobati Makmun. Ia mengumpulkan tabib-tabib dari sekitar tempat tersebut. Dan ia senantiasa mengharap ia akan sembuh.

Ketika keadaan Makmun semakin parah, ia berkata kepada orang-orang yang hadir: “Bawa saya keluar dari tempat ini. Supaya aku bisa melihat pasukan, para pembesar dan kekuasaan diriku.”

Walaupun sudah malam, sesuai perintah, mereka mengeluarkan Makmun dari vila di atas air itu. Dan mereka mendudukkannya di tempat ketinggian. Dari sana ia menyaksikan kemah-kemah pasukannya yang menyalakan api dipadang pasir. Dan ia berkata:

يَا مَنْ لا يَزُولُ مُلْكَهُ, اِرْحَمْ مَنْ قَدْ زَالَ مُلْكَهُ

“Wahai Tuhan yang pemerintahannya tidak akan pernah binasa, kasihanilah orang yang kerajaannya akan hancur.”

Kemudian mereka mengembalikannya ke tempat di atas mata air. Ketika keadaanya sangat parah, Muktashim mendudukkan seseorang di atas kepalanya untuk menalkinkannya dua kalimat syahadat. Orang tersebut berkata dengan lantang: Katakan: “لَا اِله اِلا الله… ”

Ibnu Masiwaih berkata kepadanya: Jangan berteriak. Demi Tuhan, dia sekarang antara Tuhannya dan antara keadaanku, tidak ada bedanya.

Pada saat itu Makmun membuka kedua matanya, kedua matanya sebegitu besar, berat dan merah dimana tak seorangpun melihat yang serupa dengannya. Dan menyerang Masiwaih dengan kedua tangannya. Ia hendak berbuat kasar namun ia tidak mampu. Dan pada saat itu juga ia meninggal dunia. Dan kematiannya tiga belas malam sebelum berakhirnya bulan Rajab tahun 218 hijriah. Dan Jenazahnya di bawa ke Tharthus dan dimakamkan di tempat tersebut.

PAHALA ZIARAH IMAM RIDHA AS

Sebelum menyebutkan pahala berziarah ke makam mulia imam Ridha as, Kami ajak pembaca yang budiman untuk memperhatikan beberapa riwayat berikut:

1 – Syahid Tsani ra di dalam kitab Durus menukil dari imam Kazhim as yang mengatakan:

BACA JUGA:  SELAYANG PANDANG IMAM ALI BIN MUSA AL-RIDHA AS

مَنْ زَارَ قَبْرَ وَلَدِي عَلِيٍّ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ كَسَبْعِينَ حَجَّةً مَبْرُورَةً

“Barang siapa menziarahi putraku Ali (imam Ridha as), pahalanya di sisi Tuhan seperti pahala tujuh puluh kali haji sunnah.”

Yahya Mazani bertanya kepada Imam dengan keheranan: “Tujuh puluh Haji yang baik?

Imam menjawab: “Ya, dan bahkan tujuh puluh ribu haji.”

2 – Seseorang bertanya kepada imam Jawad as: “Berziarah ke makam mulia imam Husein as lebih baik atau ziarah ke makam imam Ridha as?”

Imam Jawad as dalam menjawab mengatakan:

.زيارة أبي أفضل وذلك أن أبا عبدالله عليه السلام يزوره كل الناس وأبي لا يزوره إلا الخواص من الشيعة

Ziarah ayahku adalah lebih baik dan afdhal karena seluruh manusia menziarahi Aba Abdillah as. Namun tak seorangpun menziarahi ayahku kecuali orang-orang khas dari Syi’ah.”

Dan juga imam mengatakan: “Menziarahi ayahku lebih baik dari haji sunnah dan sebaiknya berziarah di bulan Rajab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra