KISAH MASJID IMAM HASAN MUJTABA as

Beliau berkata: Pergi dan temuilah dia. Saya pergi ke Qom setelah membeli empat ratus jilid buku, dan mencari alamat tempat kerja Haji Yadullah (pabrik tenun wol). Saya pergi ke pabrik, saya bertanya ke penjaga, dia berkata: Tuan sudah pulang. Saya berkata: Tolonglah telphonkan beliau. Dan katakan ada seorang datang dari Tehran ada perlu dengan anda. Kemudian dia menelphon, dan Pak Haji mengangkat telphon. Setelah mengucap salam, saya berkata kepadanya: Saya datang dari Tehran. Saya mewaqafkan empat ratus kitab untuk masjid ini. Buku-buku ini akan saya bawa kemana? Beliau berkata: Mengapa anda melakukan hal ini? Dan dari mana anda mengenal kami? Saya berkata: Tuan… Saya mewaqafkan empat ratus jilid kitab. Dia berkata: Anda harus katakan milik siapa? Saya berkata: Tidak bisa dikatakan lewat telphon. Kemudian dia berkata: Saya akan menunggumu malam Jumat. Bawalah kitab-kitab itu kerumah, di perempatan Syah, gang Sar Gard Syukrullahi belok kiri, pintu ke tiga.

Saya kembali ke Tehran dan membungkus kitab-kitab itu. Hari kamis saya membawa kitab-kitab itu dengan mobil salah seorang teman ke rumah tuan Yadullah. Beliau berkata: Saya tidak bisa menerimanya begitu saja. Ceritakanlah peristiwanya. Akhirnya saya menceritakan peristiwa tersebut. Dan mempersembahkan kitab-kitab tersebut. Kemudian saya pergi ke Masjid tersebut dan saya menangis di sana.

Haji Yadullah menunjukkan masjid dan Husainiah, yang dibangun persis sebagaimana yang telah digambar oleh imam Mahdi afs. Dan beliau ia berkata: Semoga Tuhan memberi anda kebaikan, anda telah memenuhi janji.

Inilah kisah masjid imam Hasan Mujtaba as yang telah dinukilkan secara ringkas. Selain itu tuan Rajabiyan juga menceritakan kisah yang sangat menarik. Dan kami akan menukilkannya secara ringkas.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN SEBUAH BATU

 

KISAH MENARIK TUAN RAJABIYAN

Tuang Rajabiyan Mengatakan: Setiap malam Jumat, seperti biasanya saya merapikan pembukuan dan upah para pekerja masjid. Tanggungan-tanggungan yang harus dibayar sudah dibayarkan. Pada suatu malam Jumat, bapak Akbar, mandor pembangunan masjid datang untuk mengambil upah para pekerja. Dia berkata: Hari ini ada seorang sayid datang ke tempat pembangunan masjid. Dia memberikan uang lima puluh tuman[1] ini untuk masjid. Saya sudah katakan bahwa yang membangun Masjid tidak menerima uang dari siapapun. Dengan nada tegas dia berkata kepadaku: Aku katakan ambillah!! Saya akan mengambilnya dan saya mengambil uang lima puluh tuman tersebut. Diatasnya tertulis untuk masjid imam Hasan Mujtaba as

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra