PERISTIWA GHADIR KHUM

PERISTIWA GHADIR KHUM

Tak lama kemudian berita ini tersebar dan terdengar oleh semua orang disekitar tempat itu. Seorang bernama Nukman bin Harits dimana dia adalah salah seorang munafik[3] datang menghampiri Rasulullah saww. Dan berkata: “Engkau memerintahkan kami untuk bersaksi atas keEsaan Tuhan dan kerasulanmu. Dan kami pun bersaksi. Kemudian engkau memerintahkan untuk berjihad, haji, shalat, zakat, dan semua ini kami terima. Tetapi engkau tidak puas dengan semua itu, sehingga engkau mengangkat pemuda ini (isyarah kepada imam Ali as) sebagai pengganti dirimu. Dan engkau mengatakan “مَنْ كُنْتُ مَوْلاه فَعَلىٌّ مَوْلاهُ”  Apakah perbuatan ini berasal dari Tuhanmu ya Rasulallah?

Nabi saww menjawab: “Aku bersumpah demi Allah yang tiada sesembahan selain Dia. Ini adalah berasal dari Tuhan”. Nukman bin Harits membalikkan badannya kemudia berkata: “Ya Allah jika perkataan ini benar, dan berasal dariMu, maka jatuhkanlah ke atas kami batu dari langit”

Tiba-tiba sebuah batu jatuh dari langit menimpa kepalanya dan membinasakannya. Disinilah turun ayat yang berbunyi: “Seorang peminta telah meminta adzab yang pasti terjadi ;سَئَلَ سائلٌ بِعَذاب واقِع”[4] diturunkan.

Allamah Amini dalam kitabnya al Ghadir menukil riwayat ini dari 30 orang ulama Ahlusunnah (lengkap dengan sanadnya dan persis naskah aslinya. Diantaranya adalah sejarah Halabi; “Faroidu al Samthain”, Hamuwini, “Duraru al Samthain”, Syeh Muhammad Zarandi “al Syaroidu al Munir”, Samsu Din Syafi’i, “Sarah Jamiu Syaghir”, Suyuthi, “Tafsir Gharibu Qur an”, Hafizh Abu Ubaid Garawi, “Tafsir Syifak al Shadur”, Abu Bakar Naqqosy Mushuli dan kitab-kitab yang lain. [5]

 

*****

[1]– Sebagian mengatakan jumlah shahabat yang menyertai Nabi dalam haji wada’ ada yang menyebutkan 90 ribu orang, sebagian yang lainnya mengatakan 112 ribu orang, ada yang mengatakan 120 ribu orang, ada yang menyebutkan 124 ribu orang.

BACA JUGA:  IMAM ALI AS DAN SERIBU KEPENG EMAS

[2]– Syair ini dinukil oleh sekelompok ulama besar Ahlusunnah diantaranya adalah Hafizh (Abu Na’im Esfahani), Hafizh (Abu Said Sajistani), Kharazmi Maliki, Hafizh (Abu Abdillah Marzbani), Gandi Syafi’i, Jalaludin Suyuthi, cucu Ibnu Jauzi dan Shadrudin Humawi.

[3]– Sebagian riwayat mengatakan “Harits bin Nukman” dan sebagian lagi mengatakan dia bernama “Nadhir bin Harits”

[4]– Al Ma’’arij/1

[5]– Tafsir Ayaat-e Wilayat Dar Qur-an (Tafsir Ayat-Ayat Wilayah Dalam al-Quran), Makarim Syirazi, hal 36-45

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra