PERISTIWA GHADIR KHUM

PERISTIWA GHADIR KHUM

Dan perkataan ini diulang tiga kali dan menurut sebagian perawi hadits diulang empat kali. Dan kemudia nabi menengadahkan kepalanya ke langit dan bersabda:

اللّهُمَّ والِ مَنْ والاهُ وَ عادِ مَنْ عاداهُ وَ أَحِبَّ مَنْ أَحَبَّهُ وَ أَبْغِضْ مَنْ أَبْغَضَهُ وَ انْصُرْ مَنْ نَصَرَهُ وَ اخْذُلْ مَنْ خَذَلَهُ وَ أَدِرِ الْحَقَّ مَعَهُ حَيْثُ دارَ

Ya Allah! Lindungilah orang-orang yang melindunginya dan musuhilah orang-orang yang memusuhinya dan cintailah orang-orang yang mencintainya dan bencilah orang-orang yang telah membencinya dan tolonglah orang-orang yang telah menolongnya dan tinggalkanlah orang-orang yang telah meninggalkannya dan iringilah dia dengan yang haq dan jangan pisahkah dia dengan yang haq”

Kemudia Nabi bersabda:

أَلا فَلْيُبَلِّغِ الشّاهِدُ الْغائِبَ

Ketahuilah! Semua yang hadir berkewajiban untuk menyampaikan khabar/berita ini kepada yang tidak hadir

Pidato Rasulullah telah selesai. Keringat mengalir dari kepala dan wajah Nabi saww, imam Ali as dan para hadirin. Dan barisan masyarakat belum bubar, malaikat kepercayaan Tuhan dalam menyampaikan wahyu turun dan membacakan ayat ini kepada Nabi:

 … الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتي

Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu …

Kemudia Nabi bersabda:

اَللّهُ أَكْبَرُ، اَللّهُ أَكْبَرُ عَلى إِكْمالِ الدِّيْنِ وَ إِتْمامِ النِّعْمَةِ وَ رِضَى الرَّبِّ بِرِسالَتِى وَ الْوِلايَةِ لِعَلِىٍّ مِنْ بَعْدِى

Allah maha besar, Dialah Allah yang maha besar yang telah menyempurnakan agama, dan mencukupkan nikmatnya bagi kami dan ridho terhadap risalahku dan kepemimpinan Ali setelahku.

Kemudian pada saat itu terjadi hiruk-pikuk diantara jamaah. Mereka mengucapkan selamat kepada imam Ali as. Diantara orang-orang yang punya nama yang pertama kali mengucapkan selamat adalah Abu Bakar dan Umar. Diantara ucapan yang terlontar dari mereka di depan umum adalah:

BACA JUGA:  KEUTAMAAN AMIRUL MUKMININ ALI as

بَخٍّ بَخٍّ لَكَ يَا ابْنَ أَبِي طالِب أَصْبَحْتَ وَ أَمسَيتَ مَوْلايَ وَ مَوْلى كُلِّ مُؤْمِن وَ مُؤْمِنَة

Selamat… selamat atasmu wahai putra Abi Tholib anda telah menjadi maula/pemimpinku dan maula seluruh mukmin dan mukminah.

Pada saat itu Ibnu Abbas mengatakan: “Demi Tuhan, berita dan pesan ini menjadi tanggung jawab semua orang”

Dan Hassan bin Tsabit penyair ternama meminta ijin kepada Rasulullah saww untuk membacakan syair sehubungan dengan peristiwa ini. Syairnya yang tekenal sebagai berikut:

يُنادِيهِمُ يَوْمَ الْغَدِيرِ نَبِيُّهُمْ *** بِخُمٍّ وَ أَسْمِعْ بِالرَّسُولِ مُنادِياً

فَقالَ فَمَنْ مَوْلاكُمُ وَ نَبِيُّكُمْ؟ *** فَقالُوا وَ لَمْ يَبْدُوا هُناكَ التَّعامِياً

إِلهُكَ مَوْلانَا وَ أَنْتَ نَبِيُّنا *** وَ لَمْ تَلْقِ مِنّا فِى الْوِلايَةِ عاصِياً

فَقالَ لَهُ قُمْ يا عَلِيُّ فَإِنَّنِي *** رَضِيتُكَ مِنْ بَعْدِي إِماماً وَ هادِياً

فَمَنْ كُنْتُ مَوْلاهُ فَهذا وَلِيُّهُ *** فَكُونُوا لَهُ أَتْباعَ صِدْق مُوالِياً

هُناكَ دَعَا اللّهُمَّ والِ وَلِيَّهُ *** وَ كُنْ لِلَّذِى عادا عَلِيّاً مُعادِياً[2]

Yaitu:

Nabi memanggil mereka pada hari Ghadir di padang pasir bernama Khum, betapa mulianya sang pemanggil itu.

Beliau bersabda: Siapakah tuan dan Nabimu? Dan mereka segera menjawab dengan jelas dan tanpa ditutup-tutupi.

Tuhanmu adalah maula kami dan anda adalah nabi kami dan kami tidak akan melanggar/bermaksia atas kepemimpinanmu

Nabi bersabda kepada Ali as, bangkitlah, karena aku telah memilihmu sebagai imam dan pemimpin setelahku

Dan kemudian bersabda: Barang siapa yang menjadikanku sebagai maula dan pemimpinnya, maka laki-laki ini adalah maula dan pemimpinnya, maka itu kalian harus mengikutinya dengan benar.

Pada saat itu Nabi saww bersabda: Ya Tuhan! Cintailah yang menjadi temannya dan musuhilah yang menjadi musuhnya.

BACA JUGA:  KISAH KELAHIRAN IMAM HUSEIN AS

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Copyright © 2019, Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra