Waktu zhuhur sudah dekat, sedikit demi sedikit daerah Juhfah dan kemudian padang pasir yang tandus dan panas membakar “Ghadir Khum mulai nampak di depan mata.
Sebenarnya tempat ini adalah simpang empat dimana penduduk Hijaz saling memisahkan diri dari sesamanya
Jalan menuju Madinah ke arah utara, jalan menuju Iraq ke arah Timur, jalan ke arah barat menuju ke Mesir, dan jalan menuju Yaman ke arah selatan. Dan di tempat inilah kenangan terakhir dan bagian terpenting dari perjalanan ini besar ini terjadi. Dan umat Islam akan saling berpisah setelah menerima perintah terahir, dimana pada hakekatnya adalah poin terahir dalam keberhasilan misi-misi Rasulullah saww.
Hari Kamis tahun ke sepuluh hijriah, tepatnya delapan hari setelah berlalunya eidul qurban; tiba-tiba Rasulullah memerintahkan rombongan untuk berhenti, orang-orang dengan suara lantang memerintahkan rombongan yang berjalan di depan untuk kembali dan menunggu, yang di belakang supaya cepat bergabung. Matahari sudah melebihi dari pertengahan. Muadzin Nabi mengumandangka adzan untuk shalat zhuhur dan orang-orang segera siap untuk shalat zhuhur. Udara sebegitu panas dan teriknya sehingga sebagian orang terpaksa menghamparkan ujung abaah/baju luarnya sebagai alas dan bagian ujung lainnya untuk menutupi kepalanya. Karena jika tidak demikian, pasir-pasir yang panas padang pasir dan teriknya sinar matahari akan mencederai kaki dan kepala mereka.
Di padang pasir tak ada satupun tempat untuk berteduh. Dan tak ada hijau-hijauan, tumbuhan dan pohon. Dan tak terlihat apapun selain beberapa pohon yang sudah gundul dan kering yang berjuang keras melawan teriknya sinar matahari.





Terimakasih admin dan segenab tim redak. sangat bermanfaat.